728 x 90

AHLI K3 MUDA ( Umum )

  • 07 September 2017
img

1. LATAR BELAKANG

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan, mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.

Untuk memenuhi tuntutan dunia usaha baik di dalam maupun tingkat global diperlukan standar kompetensi bagi ahli K3 tersebut yang diakui baik nasional maupun internasional sehingga mampu bersaing dengan tenaga K3 dari luar negeri.

Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan muda

 

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI

2.1. Ruang Lingkup : K3 Umum

2.2. Lingkup penggunaan sertifkat : pekerjaan K3 umum, Higine Industri, dan Kesehatan Kerja.

 

3. TUJUAN SERTIFIKASI

3.1. Memastikan dan memelihara Kompetensi tenaga kerja pada ruang lingkup pekerjaan Ahli K3 Muda.

3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh LSP K3 - MANDIRI dan asesor kompetensi

 

4. ACUAN NORMATIF

4.1. Undang-undang Nomor 1Tahun 1970 tentang K3

4.2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

4.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi

4.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional

4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional

4.6. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 42 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Ketenagakerjaan Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

4.7. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 1/BNSP/III/2014 Tentang pedoman Pedoman Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi

4.8. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 4/BNSP/VII/2014 Tentang pedoman Pengembangan dan pemeliharaan Skema Sertifikasi

 

5. KEMASAN/ PAKET KOMPETENSI

5.1. Ahli K3 Muda

 

No. Urut

Nomer Kode Unit

Unit Kompetensi

(SKKNI / standar khusus / standar internasional)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

KKK.00.01.001.01

KKK.00.01.002.01

KKK.00.02.001.01

KKK.00.02.002.01

KKK.00.02.003.01

KKK.00.02.004.01

KKK.00.02.005.01

KKK.00.02.006.01

KKK.00.02.007.01

KKK.00.03.001.01

Membantu pemenuhan perundangan K3 dan persyaratan lainnya

Membantu Penyelesaian Masalah K3 di Tempat Kerja

Memberikan Konstribusi dalam Penerapan Sistem Manajemen K3

Memberikan Kontribusi untuk implementasi proses konsultasi K3

Melakukan dentifikasi bahaya dan risiko K3

Memberikan Dukungan Terhadap Pelaksanaan Strategi Pengendalian Resiko K3

Memberikan Konstribusi dalam Pengendalian Bahaya K3

Memberikan Konstribusi dalam penerapan prinsip kesehatan kerja untuk mengendalikan risiko K3

Membantu Penerapan prinsip Higiene Industri untuk mengendalikan risiko K3

Memberikan Kontribusi terhadap Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko

 

6. PERSYARATAN PEMOHON

6.1. Memiliki Ijazah Diploma 3 (D3) Program Studi K3 atau

6.2. Memiliki Sertifikat Pelatihan Berbasis Kompetensi pada jabatan Ahli K3 Muda atau

6.3. Tenaga Kerja pada jabatan Ahli K3 Muda yang bekerja pada jabatan ini minimal 1 tahun.

 

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT 

7.1. Hak pemohon :

7.1.1. Mendapatkan pelayanan dan informasi lengkap dan jelas tentang proses sertifikasi.

7.1.2. Mengikuti uji kompetensi apabila telah memenuhi persyaratan dasar seperti dalam butir 6 di atas.

7.1.3. Mendapatkan sertifikat kompetensi setelah dinyatakan kompeten untuk seluruh unit kompetensi Klaster Ahli K3 Muda.

7.1.4. Melaksanakan uji kompetensi ulang apabila belum dinyatakan kompeten dengan menunjukkan Surat Keterangan telah mengikuti uji kompetensi.

7.1.5. Menggunakan sertifikat kompetensi sebagai instruktur atau fasilitator atau tenaga pelatihan.

7.1.6. Mengajukan banding atas keputusan sertifikasi.

7.1.7. Mengajukan keluhan atas pelayanan LSP K3 – MANDIRI.

 

7.2. Kewajiban pemohon

7.2.1. Melaksanakan uji Kompetensi Klaster Ahli K3 Muda.

7.2.2. Melaksanakan keprofesian Instruktur dengan tetap menjaga kode etik profesi.

7.2.3. Mengikuti program surveilan yang ditetapkan LSP minimal satu tahun sekali.

7.2.4. Melaporkan rekaman kegiatan kerja (logbook) setiap 6 bulan dari tanggal diterimanya sertifikat kompetensi profesi kepada LSP selama masa berlakunya sertifikat kompetensi.

7.2.5. Menandatangani pernyataan tidak akan menyalahgunakan sertifikat

 

8. BIAYA SERTIFIKASI

8.1. Struktur biaya sertifikasi mencakup biaya asesmen, surveilen dan administrasi

8.2. Biaya sertifikasi adalah :

8.2.1. Pelaksanaan Pelatihan Tatap Muka : Rp. 

8.2.2. Uji Ulang Setiap Unit Kompetensi : Rp. 

8.2.3. Perpanjangan : Rp. 

8.2.4. Biaya tersebut belum termasuk biaya transport dan akomodasi konsumsi pemohon

 

9. PROSES SERTIFIKASI

9.1. Persyaratan Pendaftaran

9.1.1. Pemohon memahami proses Asesmen Ahli K3 Muda ini yang mencakup persyaratan dan ruang lingkup sertifikasi, penjelasan proses penilaian, hak pemohon, biaya sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat

9.1.2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti :

a. Copy KTP

b. Copy Ijazah profesi program studi K3

c. Copy sertifikat pelatihan Ahli K3 Muda.

d. CV / portofolio pengalaman kerja di Ahli K3 Muda.

e. Pas foto 4x6 sebanyak 2 lembar

9.1.3. Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung

9.1.4. Pemohon telah memenuhi persyaratan dasar sertifikasi yang telah ditetapkan

9.1.5. Pemohon menyatakan setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap informasi yang diperlukan untuk penilaian

9.1.6. LSP K3 – Mandiri menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

9.2. Proses Asesmen

9.2.1. Asesmen Ahli K3 Muda direncanakan dan disusun dengan cara yang menjamin bahwa verifikasi persyaratan skema sertifikasi telah dilakukan secara obyektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi untuk memastikan kompetensi .

9.2.2. LSP K3 Mandiri menugaskan Asesor Kompetensi untuk melaksanakan Asesmen

9.2.3. Asesor memilih perangkat asesmen dan metoda asesmen untuk mengkonfirmasikan bukti yang akan dikumpulkan dan bagaimana bukti tersebut akan dikumpulkan

9.2.4. Asesor menjelaskan, membahas dan mensepakati rincian rencana asesmen dan proses asesmen dengan Peserta Sertifikasi

9.2.5. Asesor melakukan pengkajian dan evaluasi kecukupan bukti dari dokumen pendukung yang disampaikan pada lampiran dokumen portofolio dari Asesmen Mandiri APL -02 , untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan

9.2.6. Hasil proses asesmen yang telah memenuhi aturan bukti direkomendasikan Kompeten dan yang belum memenuhi aturan bukti direkomendasikan untuk mengikuti proses lanjut ke proses uji kompetensi

9.3. Proses Uji Kompetensi

9.3.1. Uji kompetensi Ahli K3 Muda dirancang untuk menilai kompetensi secara praktek, tertulis, lisan, pengamatan atau cara lain yang andal dan objektif, serta berdasarkan dan konsisten dengan skema sertifikasi. Rancangan persyaratan uji kompetensi menjamin setiap hasil uji dapat dibandingkan satu sama lain, baik dalam hal muatan dan tingkat kesulitan, termasuk keputusan yang sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan.

9.3.2. Uji kompetensi dilaksanakan di tempat uji kompetensi yang ditetapkan;

9.3.3. Bukti yang dikumpulkan melalui uji praktek, tulis , lisan , diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi telah memenuhi aturan bukti

9.3.4. Hasil proses uji kompetensi yang telah memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan “Kompeten” dan yang belum memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan “Belum Kompeten”

9.4. Keputusan Sertifikasi

9.4.1. LSP menjamin bahwa informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi mencukupi untuk:

a. mengambil keputusan sertifikasi;

b. melakukan penelusuran apabila terjadi banding

9.4.2. Keputusan sertifikasi terhadap peserta hanya dilakukan oleh LSP berdasarkan rekomendasi dan informasi yang dikumpulkan oleh asesor kompetensi melalui proses sertifikasi. Personil yang membuat keputusan sertifikasi tidak ikut serta dalam pelaksanaan asesmen dan uji kompetensi

9.4.3. Personil yang membuat keputusan sertifikasi memiliki pengetahuan yang cukup dan pengalaman proses sertifikasi untuk menentukan apakah persyaratan sertifikasi telah dipenuhi.

9.4.4. Sertifikat tidak diserahkan sebelum seluruh persyaratan sertifikasi dipenuhi.

9.4.5. LSP menerbitkan sertifikat kompetensi kepada semua yang telah berhak menerima sertifikat dalam bentuk surat dan/atau kartu, yang ditandatangani dan disahkan oleh personil yang ditunjuk LSP dengan masa berlaku sertifikat 3 tahun

9.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat

Pembekuan dan pencabutan sertifikat dilakukan jika seorang pemegang sertifikat kompetensi terbukti menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki dan dapat merugikan LSP K3 - Mandiri.

9.6. Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )

Untuk memelihara kompetensi, LSP melakukan surveilan kepada pemegang sertifikat kompetensi, yang dapat mencakupi salah satu :

7.3. Evaluasi rekaman kegiatan minimal sekali dalam setahun

7.4. Evaluasi asesi (sampling)

7.5. Witness (bila diperlukan)

9.7. Proses Sertifikasi Ulang

9.7.1. Sertifikasi Ulang dilakukan dengan persyaratan dan prosedur yang sama dengan sertifikasi awal

9.7.2. Skema sertifikasi harus menetapkan metode sertifikasi ulang dan sesuai dengan seluruh ketentuan yang berlaku dan harus dilakukan hanya dalam rangka sertifikasi ulang saja.

9.8. Penggunaan Sertifikat

Pemegang sertifikat Ahli K3 Muda harus menandatangani persetujuan untuk :

9.8.1. Memenuhi ketentuan skema sertifikasi

9.8.2. Menyatakan bahwa sertifikatnya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan

9.8.3. Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan LSP K3 – Mandiri dan tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut LSP K3 - Mandiri dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah.

9.8.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat acuan LSP K3 - Mandiri setelah dibekukan atau dicabut sertifikatnya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP K3 - Mandiri yang menerbitkannya

9.9. Banding

Peserta Sertifikasi dapat melakukan banding jika tidak puas atas keputusan yang diambil oleh asesor kompetensi, dengan mengisi form BANDING